Mahasiswa adalah sebutan bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dan ada juga yang mengartikan kata mahasiswa dengan melihat perannya sebagai Direct of Change, Agent of Change, Iron Stock, Moral Force dan Social control. Namun, apakah semua individu yang menyandang status tersebut benar-benar aware dengan statusnya sebagai mahasiswa?..Pertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh individu tersebut. Menjadi Mahasiswa merupakan salah satu kesempatan yang baik, dimana kesempatan itu tidak dimiliki oleh semua orang. Ada banyak orang yang lulus dari sekolah mengah atas ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan mendaftarkan diri ke salah satu perguruan tinggi atau universitas yang mereka inginkan, tapi mereka terkendalah dengan masalah biaya dan faktor lainnya, sehingga hal itu hanya sebatas mimpi bagi mereka. Untuk itu anda yang telah menyandang status sebagai Mahasiswa bersyukur buat kesempatan yang anda alami saat ini. Tidak dipungkiri setiap dari kita memiliki motivasi yang berbeda-bedah ketika masuk ke perguruan tinggi. Ada yang ingin menjadi sarjana lalu mencari pekerjaan, ada yang dikirim oleh lingkungannya agar nantinya dapat memecahkan masalah di daerahnya, ada juga yang berpikir dari pada tinggal dirumah mending kuliah saja, atau mungkin ada juga yang hanya menjadikan statusnya sebagai mahasiswa supaya dianggap di lingkungannya. Apapun motivasi anda sekarang ini, anda harus aware bahwa ketika anda sedang menyandang status bagai seorang mahasiswa berarti anda sedang memikul tanggung jawab yang besar.
Mungkin ketika kita sedang berjalan-jalan ditempat umum, ada orang mengajukan pertanyaan begini "Apakah anda Mahasiswa?" bagaimana jawaban kita?. Mungkin ada yang langsung menjawab ya..benar saya mahasiswa dengan suara yang pelan sambil tersenyum, ada yang menjawab iya saya mahasiswa dengan mimik muka yang datar, atau ada juga yang dengan sigap dan suara yang lantang menjawab Ya.. saya seorang mahasiswa. Dari jawaban tersebut kita tidak bisa mengukur apakah mahasiswa tersebut sadar atau tidak sadar dengan statusnya sebagai mahasiswa.
Dalam masyarakat, Mahasiswa dapat disebut atau dikatakan sebagai suatu komunitas yang unik yang memiliki kesempatan dan kelebihan, dalam arti mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa belum terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan suatu komunitas, golongan, parpol, ormas-ormas atau dll. Idealisme atau kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang yang tidak dapat terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser suatu makna dari kebenaran tersebut. Seharusnya kesadaran ini yang wajib dimiliki oleh setiap individu yang mengaku diri sebagai Mahasiswa. Lalu pertanyaannya bagaimana seorang mahasiswa dapat mengeksplor potensi dan kesempatan yang ia miliki kalau mahasiswa itu hanya mementingkan kebutuhan pribadinya, tanpa berkontribusi dengan masalah yang terjadi lingkungan sekitarnya. Menjadi seorang mahasiswa bukan bukan sebatas rajin belajar, tidak absen saat kuliah dimulai, membaca buku, ikut seminar atau diskusi-diskusi, tapi mahasiswa sebenarnya ketika ia mau belajar dan menerapkan apa yang sudah ia pelajari untuk memecahkan masalah dalam masyarakat.
Peran seorang mahasiswa sebagai Agent of Change, Iron Stock, Moral Force dan sebagai Social Control merupakan tanggung jawab yang besar bagi individu yang berstatus sebagai mahasiswa.
Pertama, sebagai Agent Of Change atau Generasi Perubahan
Mahasiswa sebagai generasi perubahan artinya ketika ada perubahan yang terjadi dan itu tidak sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku dalam lingkungan tersebut, maka seorang mahasiswa tidak boleh tinggal diam, melainkan seorang mahasiswa dituntut untuk mengambil sikap merubah keadaan tersebut sesuai dengan harapan. Mahasiswa diharapkan menggunakan disiplin ilmu untuk membangun daerah dan negara Indonesia menjadi lebih baik lagi ke depannya. Karena mahasiswa memiliki intelektual dan cara berpikir yang matang untuk bisa menjadi penengah antara masyarakat dan pemerintah.
Kedua, Iron Stock atau Generasi Penerus
Kehidupan manusia terus berganti, golongan tua akan di gantikan oleh golongan yang lebih mudah. Generasi penerus adalah tulang punggung dari suatu bangsa, Mahasiswa diharapkan sebagai pengganti dari generasi sebelumnya, tentunya dengan kemampuan, keterampilan dan akhlak yang inheren (berhubungan erat) dengan dirinya. Dengan kata lain generasi penerus adalah aset, cadangan, dan harapan yang dimiliki oleh bangsa di masa yang akan datang. Tidak dapat dipungkiri semua organisasi akan mengalami suatu aliran pergantian generasi dari golongan tua ke golongan muda, untuk itu organisasi dituntut untuk melakukan kaderisasi secara terus menerus. Momentum yang baik untuk melakukan kaderisasi adalah didunia kampus dan kelembagaannya.
Ketiga, Moral Force atau Gerakan moral
Mahasiswa dikatakan sebagai kaum yang idealis yang memiliki akhlak yang baik. Untuk itu tindakan atau perbuatannya seharusnya menjadi contoh dan teladan dalam suatu masyarakat. Hal ini karena Mahasiswa adalah bagian yang tidak terlepas dari masyarakat. Stabilitas dalam masyarakat menjadi tanggung jawab Mahasiswa. Mahasiswa wajib merubah dan meluruskan norma yang teladan bergeser dari yang sebenarnya dan sesuai dengan harapan, atau ketika moral bangsa semakin rusak, mahasiswa diharapkan dapat merubahnya kearah yang lebih baik melalui aksi atau kritis diplomatis.
Keempat, Social Control atau Generasi Pengontrol
Mahasiswa lahir dari masyarakat oleh sebab itu seharusnyalah Mahasiswa memiliki peran sosial tinggi yang dapat mengontrol ketika ada situasi yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Selain pintar secara akademis, Mahasiswa juga dituntut untuk pintar dalam bersosialisasi dan memiliki kepekaan terhadap situasi di sekitarnya. Kritik, saran, dan memberikan solusi kepada pemerintah ketika mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai dengan cita-cita bangsa dan membebani rakyat merupakan bentuk kepekaan dan kontribusi yang diharapkan dari Mahasiswa.
Jadi ketika kita menyandang Status Mahasiswa, seyogyanya kita aware akan tangung jawab kita sebagai mahasiswa dengan memahami peran-peran seperti pembahasan diatas.
No comments:
Post a Comment